USM Gelar Seminar Kemaritiman

Universitas Serambi Mekkah kembali mengadakan  seminar nasional dengan menghadirkan pembicara Direktur Jasa Kelautan Kementerian Kelautan dan Perikanan Ir. Freude Tp Hutahaean, M. Si.

Acara tersebut dijadwalkan akan berlangsung di kampus Induk USM, Batoh, Banda Aceh , Kamis, 24 Agustus 2017.

“Kita baru saja mendapat konfirmasi dari Kementerian Kemaritiman dan Kelautan dalam hal ini Bp. Ir. Freude TP Hutahaean, M. Si akan mengisi seminar nasional ini yang sebelumnya kita jadwalkan Ibu Menteri yang datang,” kata Ketua Pelaksana acara Mujiburrahman, M. Hum.

Selain itu pihaknya juga turut mengundang tiga guru besar dan satu orang doktor sebagai narasumber dalam membedah isu kemaritiman, yaitu Prof. Dr. Ing. Misri Gozan, M. Tech. IPM dari Universitas Indonesia (UI) dengan mengupas pengembangan Produk Biokimia Berbasis Kelautan Skala Industri, Prof. Dr. Ir. Indra Jaya, M. Sc dari Institut Pertanian Bogor (IPB) dengan mengupas Penguasaan Teknologi Akustik, Instrumentasi dan Robotika Kelautan bagi Kejayaan Maritim Aceh.

Selain itu turut diundang Prof. Dr. Yety Rochwulaningsih, M. Si dari Universitas Diponegoro dengan mengupas Tipologi dan Upaya Pengembangan Garam Rakyat di Aceh dan Dr. Muslem Daud, M. Ed dari Universitas Serambi Mekkah dengan mengupas Peluang dan Tantangan Pendidikan Wilayah Pesisir Aceh. Seminar ini dipandu oleh, Dr. Marwan dari Universitas Syiah Kuala .

Seminar ini mengusung tema Eksplorasi Kekayaan Maritim Aceh Di Era Globalisasi dalam Mewujudkan Indonesia Sebagai Poros Maritim Dunia.

Mujiburrahman menambahkan, pelaksanaan kegiatan ini
pada dasarnya sebangai pilar tridarma perguruan tinggi dengan mengharapkan para penetili dapat memberikan pandangan- pandangan baru terhadap potensi kemaritiman di Aceh untuk dapat dikembangkan menjadi potensi pengembangan kesejahteraan masyarakat.

“Seminar ini bertujuan untuk melihat secara langsung bangaimana potensi kemaritiman Aceh dari berbagai aspek ilmu pengetahuan sehingga kita undang para peneliti untuk berpartisipasi pada seminar tersebut,” ujar Mujiburrahman.
Sementara itu, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Serambi Mekkah selaku penanggung jawab acara ini, Saisa, ST. MT, menyampaikan seminar ini sangat bermanfaat bagi pengembangan penelitian ekplorasi kekayaan maritim di Aceh.

Ia berharap para peneliti dapat menuangkan gagasan- gagasan barunya dalam pemecahan masalah kemaritiman, sampai hari ini menurutnya USM  sudah menampung lima puluh lima hasil penelitian dari berbagai disiplin ilmu baik  ilmu sains dan tehnologi, kelautan dan perikanan, sosial humaniora, kesehatan, ekonomi pembangunan dan kebencanaan.

“Seminar ini diharapkan mampu menanggulangi pemamfaatanan ekpoitasi sumber daya alam laut Aceh berbaisi maritim yang berkelanjutan demi terwujudnya cita- cita nasional Indonesia sebangai poros maritim dunia,” ujar Saisa.

Sumber: http://mediaaceh.co/2017/08/usm-gelar-seminar-kemaritiman/

Petani Garam Hidup Miskin

BANDA ACEH – Usaha pembuatan garam oleh sebagian masyarakat yang mendiami pesisir Aceh telah berlangsung lama, dari generasi ke generasi. Namun demikian sektor ini belum dipandang sebagai sektor ekonomi penting untuk meningkatkan kesejahtraan masyarakat pesisir, sehingga banyak petani garam yang hidup miskin.

Saat ini petambak garam di Aceh berjumlah sekitar 1.180 orang, yang tersebar di sejumlah kabupaten seperti Aceh Timur 131 orang, Aceh Utara 204 orang, Pidie 300 orang, Pidie Jaya 177 orang, Bireuen 162 orang dan Aceh Besar 206 orang.

Hal demikian disampaikan Yety Rochwulaningsih dari Universitas Diponegoro pada Seminar yang mengusung tema Eksplorasi Kekayaan Maritim Aceh Di Era Globalisasi dalam Mewujudkan Indonesia Sebagai Poros Maritim Dunia, di Universitas Serambi Mekkah (USM) Banda Aceh, Kamis (24/08).

Yety Rochwulaningsih menyebutkan sejumlah permasalahan dalam pengembangan usaha pembuatan garam di Aceh seperti keterbatasan teknologi, kesulitan tempat penyimpanan saat produksi melimpah, harga garam yang tidak stabil, pasar yang terbatas serta masih banyak lahan tambak garam yang hancur diterjang tsunami 2004 silam belum bisa dimaksimalkan kembali.

Sementara itu Ketua Panitia Seminar Mujiburrahman menyebutkan tujuan dari kegiatan itu antara lain untuk menggali potensi kemaritiman Aceh, sehingga pemanfaatannya bisa dirasakan sebesar-besarnya oleh masyarakat.

“Kita melihat bagaimana potensi garam di Aceh. Artinya garam adalah komoditi yang penting dan potensi itu ada di Aceh,”lanjutnya.

Mujiburrahman menambahkan kegiatan itu turut mengundang sejumlah pakar dari berbagai universitas di Indonesia seperti Prof Dr Ing. Misri Gozan, M Tech. IPM dari Universitas Indonesia (UI) dengan mengupas pengembangan Produk Biokimia Berbasis Kelautan Skala Industri.

Kemudian, Prof Dr Ir Indra Jaya, MSc dari Institut Pertanian Bogor (IPB) dengan mengupas Penguasaan Teknologi Akustik, Instrumentasi dan Robotika Kelautan bagi kejayaan maritim Aceh, dan Prof Dr Yety Rochwulaningsih, MSi dari Universitas Diponegoro dengan mengupas tipologi dan upaya pengembangan garam rakyat di Aceh. Dr Muslem Daud, MEd dari Universitas Serambi Mekkah dengan mengupas peluang dan tantangan pendidikan wilayah pesisir Aceh.

Sumber: https://www.mediaaceh.com/2017/08/24/petani-garam-hidup-miskin/index.html

Adakan Seminar Kemaritiman, USM Hadirkan Menteri Susi dan Irwandi

Universitas Serambi Mekkah kembali mengadakan kengiatan seminar nasional dengan menghadirkan Kementerian Kelautan dan Perikanan di Kampus Induk, Batoh, Aceh Besar, Kamis, (24/8 besok).

Seminar ini mengusung tema Eksplorasi Kekayaan Maritim Aceh Di Era Globalisasi dalam Mewujudkan Indonesia Sebangai Poros Maritim Dunia. Kengiatan akademik ini menghadirkan pembicara kunci drh. Irwandi Yusuf, M. Sc, Gubernur Aceh, dan Dr. (HC) Susi Pudjiastuti, Menteri Kelautan dan Perikanan.

“Kita undang Menteri Kemaritiman dan Kelautan dalam hal ini Ibu Susi Pudjiastuti dan Bapak Gubernur Irwandi Yusuf,” terang Mujiburrahman, M. Hum, Ketua pelaksana kengiatan, Rabu.

Pelaksanaan kengiatan ini, kata dia, sebagai pilar tridarma perguruan tinggi. Dengan harapan, para penetili dapat memberikan pandangan baru terhadap potensi kemaritiman di Aceh, untuk dapat dikembangkan menjadi potensi pengembangan kesejahteraan masyarakat.

“Seminar ini bertujuan untuk melihat secara langsung bangaimana potensi kemaritiman Aceh dari berbagai aspek ilmu pengetahuan sehingga kita undang para peneliti untuk berpartisipasi pada seminar tersebut”. Terangnya.

Lanjut dia, panitia juga mengundang tiga guru besar dan satu orang doktor sebangai nara sumber dalam membedah isu kemaritiman, yaitu Prof. Dr. Ing. Misri Gozan, M. Tech. IPM dari Universitas Indonesia (UI) dengan mengupas pengembangan Produk Biokimia Berbasis Kelautan Skala Industri, Prof. Dr. Ir. Indra Jaya, M. Sc dari Institut Pertanian Bogor (IPB) dengan mengupas Penguasaan Teknologi Akustik, Instrumentasi dan Robotika Kelautan bagi Kejayaan Maritim Aceh, Prof. Dr. Yety Rochwulaningsih, M. Si dari5 Universitas Diponegoro6 dengan mengupas Tipologi dan Upaya Pengembangan Garam Rakyat di Aceh dan Dr. Muslem Daud, M. Ed dari Universitas Serambi Mekkah dengan mengupas Peluang dan Tantangan Pendidikan Wilayah Pesisir Aceh. Seminar ini dipandu oleh, Dr. Marwan dari Universitas Syiah Kuala.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Serambi Mekkah selaku penanggung jawab, Saisa, ST. MT, menyampaikan, seminar ini sangat bermamfaat bagi pengembangan penelitian ekplorasi kekayaan maritim di Aceh.

“Seminar ini diharapkan mampu menanggulangi pemamfaatanan ekpoitasi sumber daya alam laut Aceh berbaisi maritim yang berkelanjutan demi terwujudnya cita- cita nasional Indonesia sebangai poros maritim dunia”, terang dosen teknik ini.

Sumber: https://www.pikiranmerdeka.co/news/adakan-seminar-kemaritiman-usm-hadirkan-menteri-susi-dan-irwandi/